EditorialKurikulum · Cambridge

Sekolah Menggunakan Cambridge, Tapi Tidak Terdaftar di Website Cambridge. Apa Artinya?

The School Reports
The School Reports
Senior Editorial Research
13 Agustus 2026 · 8 mnt baca

Saat mencari sekolah, orang tua mungkin pernah menemukan situasi seperti ini. Dan dari tahun ke tahun, pertanyaannya selalu berulang.

Di website dan brosur tertulis Cambridge curriculum. Saat school tour, Cambridge disebut sebagai salah satu kurikulum yang digunakan. Buku-bukunya pun menggunakan label Cambridge.

Tapi ketika nama sekolah dicari di direktori resmi Cambridge International, kok tidak ada?

Apakah berarti sekolah tersebut sebenarnya tidak menggunakan Cambridge? Belum tentu.

Masalahnya, istilah “menggunakan Cambridge” bisa merujuk pada beberapa hal yang berbeda. Dan perbedaan ini cukup penting untuk dipahami sebelum kita mengambil keputusan berdasarkan label kurikulum.

Pertama, apa sebenarnya yang dimaksud dengan “Cambridge”?

Dalam percakapan sehari-hari, kita sering menyebut Cambridge sebagai sebuah kurikulum.

Sebenarnya, Cambridge International Education menyediakan rangkaian programmes dan qualifications untuk berbagai jenjang pendidikan, mulai dari Cambridge Primary dan Lower Secondary hingga Cambridge IGCSE serta Cambridge International AS & A Level.

Sekolah yang ingin menjadi registered Cambridge International School harus melalui proses registrasi. Cambridge menetapkan standar terkait misi dan kepemimpinan sekolah, kualitas pengajaran dan pembelajaran, sumber daya, fasilitas, hingga persyaratan legal. Cambridge juga mensyaratkan adanya izin pemerintah yang diperlukan untuk sekolah beroperasi dan menawarkan Cambridge curricula yang ingin diberikan.

Setelah terdaftar, sekolah mendapatkan Cambridge Centre number, sertifikat dan wall plaque, serta akses menggunakan customer logo Cambridge sesuai ketentuan mereka. Cambridge menyediakan direktori Find a School untuk membantu orang tua memeriksa status sekolah yang terdaftar.

→  Cari sekolah di direktori resmi Cambridge International

Jadi kalau sebuah sekolah muncul di sana, statusnya relatif straightforward.

Yang membuat bingung adalah ketika sekolah tidak muncul.

Kalau tidak terdaftar, apakah berarti sekolah tersebut tidak menggunakan Cambridge?

Di sinilah kita perlu sedikit lebih hati-hati.

Materi Cambridge tidak semuanya eksklusif untuk sekolah yang terdaftar. Cambridge menjelaskan bahwa syllabuses dan sebagian materi kurikulum tersedia melalui website mereka, sementara berbagai published resources dapat dibeli melalui publisher partners. Namun, sumber daya seperti schemes of work, examiner reports, contoh jawaban kandidat dan dukungan tertentu tersedia khusus untuk sekolah Cambridge yang terdaftar.

Artinya, sebuah sekolah dapat menggunakan buku, materi, atau bahkan syllabus Cambridge sebagai referensi pembelajaran tanpa hal tersebut dengan sendirinya membuktikan bahwa sekolah itu merupakan registered Cambridge International School.

Ini perbedaan yang sangat penting:

Menggunakan materi Cambridge tidak sama dengan menjadi Cambridge International School.

Begitu juga sebaliknya, keberadaan buku Cambridge di kelas belum cukup untuk menunjukkan status registrasi sekolah.

Ketika sebuah sekolah mengatakan “kami menggunakan Cambridge”, orang tua sebaiknya mencari tahu apa tepatnya yang dimaksud.

  • Apakah Cambridge hanya menjadi referensi untuk Math dan Science?

  • Apakah sekolah menawarkan Cambridge Primary atau Lower Secondary?

  • Apakah murid nantinya mengambil Cambridge IGCSE?

  • Atau sekolah tersebut memang merupakan registered Cambridge International School yang menawarkan programme dan qualification Cambridge secara resmi?

Kelihatannya mirip. Tapi sebenarnya kita sedang membicarakan hal yang berbeda.

Tiga sekolah bisa sama-sama disebut “pakai Cambridge”, tetapi maknanya bisa berbeda

Kita coba gunakan tiga contoh sekolah untuk menjelaskan kebingungan yang cukup umum ketika orang tua mendengar istilah “Cambridge”.

Sekolah A merupakan registered Cambridge International School dan menawarkan Cambridge Primary hingga IGCSE.

Sekolah B menggunakan buku, resources, atau syllabus Cambridge sebagai referensi untuk beberapa mata pelajaran, tetapi bukan registered Cambridge International School.

Sekolah C bukan Cambridge school, tetapi mempersiapkan siswanya untuk mengikuti Cambridge IGCSE sebagai private candidate melalui centre lain yang menerima private candidates.

Dalam percakapan sehari-hari, ketiganya mungkin sama-sama disebut sekolah yang “pakai Cambridge”. Padahal, hubungan masing-masing dengan Cambridge International berbeda.

Bagi orang tua, perbedaannya bukan sekadar soal istilah. Ia menentukan apa sebenarnya yang ditawarkan sekolah, bagaimana program Cambridge digunakan dalam pembelajaran, dan dalam kapasitas apa anak nantinya mengikuti kualifikasi Cambridge.

Ini juga menjelaskan mengapa pertanyaan “Sekolah ini pakai Cambridge?” sering kali belum cukup.

Bagaimana dengan logo Cambridge yang ada di brosur atau website?

Ini justru salah satu hal yang relatif jelas.

Penggunaan buku atau silabus Cambridge tidak dengan sendirinya memberikan hak kepada sekolah untuk menggunakan logo Cambridge.

Cambridge cukup tegas menyatakan bahwa hanya sekolah atau partner yang terdaftar yang dapat menggunakan logo mereka. Bahkan bagi sekolah yang sudah terdaftar, penggunaan logo tetap mengikuti panduan Cambridge dan materi yang menampilkan logo harus melalui proses persetujuan mereka.

Jadi jika sebuah sekolah menampilkan customer logo Cambridge International tetapi status registrasinya tidak dapat ditemukan atau dikonfirmasi, orang tua punya alasan yang sangat wajar untuk bertanya:

“Boleh tahu Cambridge Centre number sekolah ini?”

Cambridge sendiri menyarankan agar orang tua berhati-hati terhadap provider yang tidak dapat menunjukkan Cambridge Centre number dan certificate untuk mengonfirmasi statusnya sebagai registered Cambridge school.

Bukan untuk langsung mencurigai sekolah, tetapi untuk memastikan bahwa yang kita pahami dari komunikasinya memang sama dengan status yang sebenarnya.

Bagaimana dengan ujian Cambridge?

Ini juga sering tercampur.

Anak yang mengambil Cambridge IGCSE tidak otomatis berarti sekolah tempat ia belajar merupakan registered Cambridge International School.

Siswa juga dapat mengikuti ujian Cambridge sebagai private candidate. Artinya, mereka tidak harus bersekolah di Cambridge International School, tetapi dapat mendaftar ujian melalui centre yang menerima private candidates.

Ada pula approved exam centers yang disetujui Cambridge untuk menyelenggarakan ujian. Namun, status ini berbeda dengan Cambridge International School: exam centre hanya menjadi tempat penyelenggaraan ujian, bukan sekolah yang menjalankan pembelajaran Cambridge. Salah satu contoh approved exam centers di Jakarta adalah British Council Indonesia Foundation.

Karena itu, ada tiga pertanyaan berbeda:

  • Siapa yang mengajar anak?

  • Program atau syllabus apa yang digunakan?

  • Melalui siapa anak terdaftar untuk mengambil qualification atau ujian Cambridge?

Jawabannya tidak harus selalu menunjuk ke institusi yang sama.

Lalu bagaimana dengan status SPK di Indonesia?

Ada satu nuansa lokal yang juga perlu dipahami orang tua.

Di Indonesia terdapat kategori Satuan Pendidikan Kerja Sama (SPK), yang antara lain diatur melalui Permendikbud No. 31 Tahun 2014 mengenai kerja sama penyelenggaraan dan pengelolaan pendidikan oleh lembaga pendidikan asing dengan lembaga pendidikan di Indonesia.

Ini berbeda dari status Cambridge.

Registered Cambridge International School menunjukkan hubungan dan status registrasi sebuah sekolah dengan Cambridge International.

Sementara SPK merupakan status dalam kerangka penyelenggaraan pendidikan di Indonesia.

Cambridge sendiri mensyaratkan sekolah yang ingin terdaftar memiliki government approval to operate, termasuk izin yang diperlukan untuk menawarkan Cambridge curricula yang ingin diberikan.

Tetapi kita sebaiknya tidak otomatis menyamakan “Cambridge school” dengan “SPK” atau menyimpulkan status yang satu hanya dari status yang lain.

Untuk orang tua, cara paling sederhana memahaminya adalah:

Status Cambridge menjawab: apa hubungan sekolah ini dengan Cambridge International?

Status legal sekolah di Indonesia menjawab: dalam kapasitas apa sekolah ini beroperasi dalam sistem pendidikan Indonesia?

Keduanya dapat beririsan, tetapi merupakan dua hal yang sebaiknya diverifikasi secara terpisah.

Dan kita juga sebaiknya tidak langsung berasumsi bahwa sekolah yang hanya menggunakan materi Cambridge memilih pendekatan tersebut karena ingin menghindari status SPK. Bisa ada banyak alasan akademik maupun operasional di balik pilihan sebuah sekolah, dan itu perlu ditanyakan langsung kepada sekolah.

Jadi kalau sekolah tidak muncul di website Cambridge, apakah kita perlu khawatir?

Tidak otomatis. Tapi kita perlu bertanya lebih jauh.

Tidak munculnya nama sekolah di direktori Cambridge bukan dengan sendirinya bukti bahwa ada sesuatu yang salah dengan kualitas sekolah tersebut.

Yang perlu diperhatikan justru apa yang diklaim sekolah.

Jika sekolah menyatakan bahwa mereka merupakan registered Cambridge International School, status tersebut seharusnya dapat dikonfirmasi. Cambridge menyediakan sertifikat, wall plaque, Centre number dan customer logo untuk sekolah yang terdaftar, serta meminta orang tua berhati-hati jika provider tidak dapat memberikan Centre number dan sertifikat.

Namun jika sekolah secara terbuka menjelaskan bahwa mereka menggunakan Cambridge syllabus atau resources untuk mata pelajaran tertentu, atau mempersiapkan siswa mengambil qualification melalui centre lain, konteksnya berbeda.

Dengan kata lain:

Yang perlu kita cari bukan sekadar ada atau tidaknya kata “Cambridge”, tetapi apa yang sebenarnya dimaksud sekolah ketika menggunakannya.

Enam pertanyaan yang bisa ditanyakan saat school visit

Daripada hanya bertanya, “Pakai Cambridge, kan?”, coba tanyakan:

  1. Apakah sekolah ini registered Cambridge International School? Jika ya, apa Cambridge Centre number-nya?

  2. Cambridge programme apa yang ditawarkan? Primary, Lower Secondary, IGCSE, AS & A Level, atau hanya mata pelajaran tertentu?

  3. Untuk mata pelajaran apa Cambridge digunakan, dan dalam kapasitas apa?

  4. Jika anak mengambil IGCSE atau A Level, bagaimana sekolah mendaftarkan siswanya untuk ujian?

  5. Di mana ujian dilaksanakan? Di sekolah sendiri atau melalui centre lain?

  6. Apa status satuan pendidikan sekolah ini di Indonesia? Jika SPK, apa cakupan status tersebut untuk jenjang yang sedang kita pertimbangkan?

Enam pertanyaan ini biasanya memberi gambaran yang jauh lebih jelas daripada label “Cambridge curriculum” saja.

Dan idealnya, jawaban sekolah juga cukup sederhana untuk dijelaskan kepada orang tua.

Registered Cambridge School bukan berarti otomatis sekolah yang lebih baik

Ada satu hal lagi yang sering luput.

Status registered Cambridge International School bukan label kualitas absolut.

Registrasi berarti sekolah telah melalui proses dan memenuhi registration quality standards Cambridge untuk menawarkan programme dan qualification mereka. Cambridge saat ini menyebut memiliki lebih dari 10.000 sekolah di lebih dari 160 negara.

Tetapi bagi orang tua, status tersebut tetap hanya satu bagian dari keputusan memilih sekolah.

Sekolah yang terdaftar Cambridge belum tentu otomatis paling cocok untuk anak kita. Sebaliknya, sekolah yang menggunakan sistem lain juga tidak berarti kualitas pendidikannya lebih rendah.

Masih ada banyak hal lain yang perlu dilihat: bagaimana kurikulum benar-benar diterapkan di kelas, kualitas dan stabilitas pengajar, budaya sekolah, kesejahteraan siswa, lingkungan belajar, komunikasi dengan orang tua, biaya, hingga kecocokan dengan karakter anak.

Nama kurikulum memberi kita informasi. Ia tidak memberikan seluruh jawabannya.

Mungkin masalah sebenarnya ada pada penggunaan bahasa "Cambridge" nya

Dalam dunia pendidikan, istilah “Cambridge” terdengar sederhana tetapi ternyata menyimpan beberapa lapisan dan makna yang berbeda.

“Cambridge school.”
“Cambridge curriculum.”
“Cambridge IGCSE.”
“Cambridge exam centre.”

Bagi sekolah dan praktisi pendidikan, perbedaannya mungkin sudah jelas.

Bagi orang tua yang baru pertama kali mencari sekolah, belum tentu.

Karena itu, ketika sebuah sekolah mengatakan menggunakan Cambridge, mungkin pertanyaan terbaik bukan:

“Apakah sekolah ini Cambridge?”

melainkan:

“Cambridge-nya dalam kapasitas apa?”

Apakah sekolahnya yang terdaftar? Programnya yang ditawarkan? Beberapa mata pelajarannya yang menggunakan Cambridge sebagai referensi? Atau siswanya yang mengambil Cambridge qualification?

Dalam memilih sekolah, label memang membantu kita mempersempit pilihan. Tapi memahami apa yang ada di balik label tersebut jauh lebih penting.


Masih ada pertanyaan? Cek link diskusi mengenai Cambridge di bawah atau mulai diskusi di Ruang Diskusi.

Sumber
→  Cambridge International — Find a School
→  Cambridge International — How to Recognise a Cambridge School
→  Permendikbud No. 31 Tahun 2014 — Peraturan.go.id

The School Reports Takeaway
Menggunakan "Cambridge" pada sebuah sekolah tidak otomatis menjadikannya registered Cambridge International School, karena istilah ini bisa merujuk pada institusi yang sekadar memakai buku panduannya sebagai referensi atau hanya mempersiapkan siswa untuk ujian IGCSE melalui centre eksternal. Ketidakhadiran nama sekolah di direktori resmi Cambridge bukanlah bukti kualitas pendidikan yang buruk, melainkan sinyal bagi orang tua untuk memverifikasi kapasitas penggunaan kurikulum tersebut dengan menanyakan Cambridge Centre number atau kejelasan lokasi ujian. Pada akhirnya, status registrasi internasional dan status operasional lokal (seperti SPK) wajib dipahami sebagai dua hal yang terpisah, di mana label kurikulum tersebut hanyalah satu kepingan informasi awal yang tidak bisa menggantikan evaluasi menyeluruh terhadap kualitas pengajar, budaya sekolah, dan kecocokan lingkungan belajar dengan karakter anak.
Artikel Terkait

Lanjutkan diskusinya di forum

Orang tua lain sedang membahas topik ini.

Belum ada diskusi tentang #Kurikulum & #Cambridge.

Mulai diskusi pertama
Lihat semua diskusi tentang #Kurikulum & #Cambridge
Bagikan artikel ini